Hallo Sobat ramdan , kan bulan ini KATANYA ada yang di maksud dengan hari VALENTINE , tpi katanya bulan kasih sayang , mm , jangan asal anggap ini benarya kawab , yukk kita simak VALENTINE yang sebenarnya !!
“Sikap mukmin terhadap mukmin yang lain diantaranya bisa dibedakan dengan tidak terjebak dengan perayaan valentine day”.
مَنْ تَشَبَّهَبِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُم
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” [HR. Ahmad dan Abu Daud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho‘ (1/269) mengatakan bahwa sanad hadits inijayid/bagus]
Tidak
layak disebut mahasiswa akademisi jika menggadaikan aqidah hanya demi
meraih kecintaan sesaat terhdap nafsu yang menggebu. kenapa dikatakan
tidak layak ? lazimnya kaum akademisi adalah orang yang paham terhadap
ilmu, mengetahui hitam dan putihnya sebuah ritual dan perayaan yang
berasal dari ajaran non Islam. Dapat memisahkan antara haq dan bathil, tidak mencampuradukan agama Alloh dengan kemusyrikan yang diciptakan oleh tangan-tangan musyrik manusia.
Valentine
dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang.
Itulah hari valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana
menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa kasih sayang.
Dan
seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam,
perayaan hari valentine pun ikut mendapatkan sambutan hangat, terutama
dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine,semarak warna
pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta dengan berbagai
ekspresinya, menyemarakkan suasana valentine setiap tahunnya, bahkan di
kalangan remaja muslim sekali pun.
Perayaan Valentine day adalah Bagian dari Syiar Agama Nasrani
Valentine’s Day menurut literatur ilmiyah yang kita dapat menunjukkan bahwa perayaan itu bagian dari simbol agama Nasrani.
Bahkan
kalau mau dirunut ke belakang,sejarahnya berasal dari upacara ritual
agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan
upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu
secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama
Valentine’s Day.
Keterangan seperti ini bukan
keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan
barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa
perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara
resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno. Sementara di
dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan
hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis
(penyembah berhala) dari Romawi kuno.
Mengingat bahwa
masalah ini bukan semata-matabudaya, melainkan terkait dengan masalah
aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari
besar agama lain.
Semangat valentine adalah Semangat Berzina
Perayaan
Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan
semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para
dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari
simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan
pergaulan bebas muda-mudi.Mulai dari yang paling sederhana seperti
pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara
legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.
Dalam
semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan
maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng
tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual diluar nikah di
kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua ituadalah
ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa.
Padahal
kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan. Orang barat
memang tidak bisa membedakan antara cinta danzina. Ungkapan make love yang artinya bercinta, seharusnya sedekar cinta yang terkait dengan perasan dan hati, tetapi setiap kita tahu bahwa makna makelove atau bercinta adalah melakukan hubungan kelamin alias zina,
bahkan para orang tua pun tidak punya hak untuk menghalangi anak-anak
mereka dari berzina dengan teman-temannya. Di barat, zina dilakukan oleh
siapa saja, tidak selalu Allah SWT berfirman tentang zina, bahwa
perbuatan itu bukan hanya dilarang, bahkan sekedar mendekatinya pun
diharamkan.
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS Al-Isra’: 32)
Mengadakan
pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih
mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan
normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita
lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.
Bagaimana Seharusnya Kita Mencurahkan Kasih Sayang ?
Alhamdulillah,kita
mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga
kitatidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam
pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa
mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu,
demikian pula untuk ayah, saudara, suami dst, tapi hal itu tidak kita
lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.
Semoga
Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang
disebutkan dalam hadits qudsi, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang
artinya,
“Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling
mencintai karena Aku, yang saling berkorban karena Aku dan yang saling
mengunjungi karena Aku.” (HR. Ahmad).
Thanks For Reading (Bandung, 09 Februari 2015)
Thursday, February 12, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment